Inne's Blog

MEREBUT KEMBALI KEJAYAAN ISLAM

Ustadzah Inne……. September 18, 2012

Filed under: Tarbiatul'aulad,Unek-unek — adeinne @ 10:44 pm
Tags:

Foto Sampul

Ustadzahh….panggil anak-anak SDIT Ar Rayhan, ketika melihat sosok saya, lalu mereka mengulurkan tangan untuk mencium tangan…..saya membalasnya terharu sambil mendoakan mereka “Barakallah…” tak lupa mengusap kepala mereka sebagai bentuk kasih sayang terhadap mahluk Allah.

Begitulah sekarang saya di sapa di sekolah tersebut….padahal saya ngga suka dengan bentuk feodalisme dan pengkultusan dan menganggap diri ini ngga pantas disebut ustadzah karena ilmu masih pas pasan. Berulang kali protes jangan panggil ustadzah, tapi  ibu guru, atau cik gu saja, kesannya lebih simple, sederhana dan apa adanya . Tapi karena di sekolah tersebut semuanya dipanggil ustadzah, termasuk sekretaris, bendahara, satpam, OB juga  di panggil ustadz/ah. mudah-mudahan kata ustadzah tidak mengalami distorsi karena keilmuan pas-pasan saya….mohon ampun ya Allah…

Awalnya saya kaget karena belum pernah ngajar SD, ketika masuk kelas, anak-anak ribut, berlarian, pukul-pukulan, tendang sana sini seperti arena kick boxer, smack down…wadewww…teriakan saya dan upaya menarik perhatian hanya mampu bertahan dalam hitungan  5 menit…selanjutnya rame seperti pasar….Subhanallah….maklumlah saya dan anak-anak belum kenal, jadi belum merasa nyaman dan nyambung….oohhh Allah help meee…teriak saya dalam hati. Tiba-tiba muncul sosok seorang ustadz masuk ke dalam kelas saya….nah kebetulan….awalnya dia hanya duduk didepan saya sambil asyik mencatat sesuatu….eh ternyata itu contekan bahan ajar…ketauan dehhh….”ustadz bantuan aku ddooong…” pintaku dengan suara dan muka memelas….”ustadz pegang yang ikhwan saya yang akhwat ya….” Alhamdulillah mau dan harus maulah kan kita satu team…. saya dan ustadz itu yang akhirnya baru tau kalo namanya ustadz Didi karena kurang taaruf…hiks…berhasil berangsur menguasai keadaan…thanks a lot Allah….thanks a little ustadz Didi…maaf ya abisnya antum masuk kelasnya di menit terakhir…he..he


Di kantor saya cerita ke kepala sekolah….masya Allah ustadz…anak-anaknya aktif banget…tendang sana tendang sini…pukul sana pukul sini…Subhanallah…saya ngg pernah megang anak seperti ini ustadz…because anak-anak saya kalem-kalem dan penurut semua…dalam hati banyak bersyukur, Allah begitu sayang dengan saya karena memberikan anak-anak yang kalem dan penurut. Biasanya saya ngajar kelas dewasa sampe nenek-nenek…kepala sekolah, ustadz Asep tersenyum lebaaar banget begitu juga dengan ustadz Hasan, wakilnya. Kata-kata motivasi dari kedua orang penting itu membuat saya ngga patah semangat dan menghibur saya… By the way sepanjang beberapa hari itu…ngga putus-putusnya beristighfar sekaligus menyalahkan diri sendiri yang berilmu pas pasan.

Think fast and do fast….Di rumah setelah sholat dan minta petunjuk Allah….muncul ide bikin boneka tangan untuk menarik perhatian…dan memilih cerita dari rumah Qurani dengan konteks yang pas ketika itu…yaitu bulan ramadhan. Alhamdulillah ilmu dari rumah Qurani yang telah sedikit saya ajarkan pada Hasna akhirnya terpakai juga…terima kasih team rumah Qurani Bandung…semoga barokah ilmunya dan tetap eksis, amin. Malamnya bikin skenario cerita, tentang bintang dan ciptaan Allah lainnya. Kali ini hati mulai tenang walau tetap ngga yakin yakin amat, harap harap cemas sukses atau tidak yaaa? Alhamdulillah hari ke-2 dan selanjutnya anak-anak sudah mulai tenang….pasti karena pertolongan Allah.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (Q.S. Muhammad 47: 7).

Selanjutnya saya mendapat amanah menangani anak-anak yang dianggap “sulit”,  tantangan untuk saya….penasaran dengan janji Allah, bahwa Allah yg pasti akan memberi petunjuk,

قَالَ كَلَّا إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ

“Sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberikan petunjuk kepadaku.” (Q.S. Asy-Syu‘ara’[26]: 62).

Allah menciptakan mahlukNya dengan tidak sia-sia, semuanya istimewa di mata Allah, semoga saja akan muncul juara-juara baru yang tak terduga, menggantikan juara lama yang itu-itu aja…bosen ngeliatnya dan bikin yg lain bete…kapan kesempatannya?? Kapan bisa jadi juaranya kalo kesempatan menjadi juara ngga pernah diberikan? Jawaban pastinya; ngga mau repot,  please..deh..ah

Alhamdulillah…..anak-anak tersebut dengan pertolongan dan tarbiyah Allah mengalami peningkatan. sekecil apapun progressnya bagi saya itu juga sudah kemajuan. Seperti Adrian, yang awalnya selalu bilang “aku lagi sakit” dan berkeringat dingin besar-besar setiap disuruh baca, sekarang Alhamdulillah lancar dan lebih pede, malah bacaan suratnya lebih tartil dibanding Kevin yang dijagokan sekolah, bahkan pengucapan huruf dho-nya sempurna, sampai pipinya meletup ketika mengucapkannya, padahal dia hanya melihat saya mengucapkannya.

Lalu Kholid, yang ngga mau diam, selalu berlarian ke sana ke mari kalo di suruh menulis, karena memang bermasalah di tulisan, saya lalu menyuruhnya menulis disebelah saya, kadang dia menaruh kepalanya di paha saya untuk bermanja, awalnya pengucapannya ngg jelas, tapi sekarang sudah cukup jelas dan tidak lupa hurufnya Kholid sudah mulai bisa menulis huruf hijaiyah, tapi dia lebih suka membaca ummi-nya. Untuk hafalan masih belum jelas karena artikulasinya masih perlu bimbingan intensif.

Biru, Raffa, Rafi, Risky, Bintang,  anak ini semua juga istimewa, tangan dan kakinya ngga mau diam, selalu memukul, menendang, melempar….Subhanallah….jadi saya bikin peraturan di kelas Al Quran ngga boleh memukul atau menendang, karena Allah menciptakannya bukan untuk menzalimi yang lain,  karena berbahaya untuk teman yang lain saya katakan kalo lebih dari 3x akan saya ikat kaki tangannya…..padahal saya selalu ngga terfikir untuk membawa tali….biasanya belum sampai peringatan ke 3 dia sudah berhenti. Sekarang sudah lebih tenang, menyerahkan buku sudah tidak dilempar seperti kemarin-kemarin, membaca buku umminya juga lancar, walau hafalan masih tersendat, mungkin karena kekasaran sikapnya jadi lebih sulit menghafal, sedangkan Al Quran diturunkan Allah dengan penuh kasih sayang dan kelembutan. Kalo Rafi, kadang cute, ketika saya mengajarkan temannya yang lain membaca, dia suka memijat punggung saya, dan memeluk saya…Subhanallah…jadi kalo dia usil sama temannya, saya panggil…Rafi sini…pijat ustadzah ddooong…he…he

Wisita dan Raniyyah, awalnya selalu bilang… ‘aku ngga bisa”….Alhamdulillah sekarang lancar membaca umminya, bahkan Wisita cerita, dia mengajarkan ayahnya membaca buku ummi….Subhanallah…

Yang bikin saya terharu, anak kelas satu bunyi huruf kha-nya sudah mulai sempurna makhrajnya, lebih terharu lagi dengan Aqso…anak yang paling istimewa buat saya…awalnya binggunngg gimana cara ngajarnya setiap memandangnya saya ucapkan; Tidaklah Allah menciptakan sesuatu dengan sia-sia….Allah help me…untuk mengajarkan Al Quran pada mahluk yang amat engkau cintai ini…

” Aqso,  Allah sayang sekali sama Aqso…ayo kita belajar baca Quran yaa.. bujuk saya berulang kali, awalnya dia ngga mau…aku mau main….aku mau main…katanya,  sambil terus minta pertolongan Allah saya membujuknya….sesuatu di luar dugaan saya Aqso bisa membaca buku ummi jilid 1 hal 1 tanpa salah, lalu saya lanjutkan dengan surat an nas…Subhanallah dia bisa juga…walau malu dan kurang jelas ucapannya sampe saya dekatkan kuping saya ke wajahnya…..selesai membaca saya bersyukur dan makin yakin bahwa Allah-lah yg mentarbiyah Aqso .

Kadang ada yang suka ngadu….ustadzah….aku dibilang kelinci….{mungkin karena giginya seperti gigi kelinci..hi..hi..} lalu saya jawab…kamu kelinci bukan?…sambil tersenyum simpul Raffa bilang…”buuukkaaann..”  Ya sudah jangan marah, kalo kamu bukan kelinci..jawab saya.

Atau ustadzzahh…aku dibilang gajahhh {mungkin karena besar badannya}…emang kamu gajah…mana belalainya?….bukkann aku bukan gajah….ya sudah jangan marahlah, kan kamu bukan gajah…he..he
Atau ustadzaahh….aku dibilang itemmm….trus kamu ngerasa item ngga? Fadhli tersenyum….kamu mah bukan item tapi gosongg jawab saya apa adanya…ustadzahhhhhh..katanya sambil ketawa ketiwi he…he..

Biasanya saya bertanya  pada anak yg agresif…atau pasif…saya bertanya apa dia sholat subuh tadi pagi….jawabannya: tidakkk….deg…innalillahi rojiun….. bagaimana orangtua bisa lalai pada masalah sholat anaknya…pantesan anaknya jadi sulit terkendali….saya berpesan…nanti malam, pesan kepada bunda/ayah, minta dibangunkan sholat subuh, karena bila sholat subuh akan dijaga malaikat sampai sholat berikutnya. Test case: ternyata dengan izin Allah, anak yang sholat subuh mengalami peningkatan lebih cepat, lebih tenang, dibanding yang tidak sholat subuh. Kenapa sholat subuh? karena sholat subuh paling berat dibanding sholat lain, tanda/ ciri orang munafik bisa diliat dari sholat subuhnya. Subhanallah….Maha benar Allah dan Rasul-Nya…
Mungkin karena makanan sekarang banyak zat addictive-nya yg menyebabkan anak-anak kehilangan kontrol untuk tidak menendang atau memukul…begitu juga pada anak-anak TK…samimawon…ngga yang laki-laki…ngg yang perempuan….masya Allah.
Di sini saya juga bertemu dengan ustdzh Zakiyah, yang penyegar suasana, ustadzah Nining yang selalu ngomong pake bahasa Inggris di kelas, sampe anak muridnya protes, ustadzah bisa pake bahasa Indonesia kan? Makhraj-nya beda dengan saya, dominan ke british…Are you want to going somewhere ustadzah….? bener ngga ya ini grammarnya…he..he….

Ustadzah Micka, guru Quran, usianya paling yunior, tapi udah berani bersaing dengan ibu-ibu seperti saya….hebat yaa..{siapa nih yang hebat, yang jelas bukan pemilik blog ini…hi..hi}. Trus ustad Tatang, guru Quran sekaligus pengusaha jas hujan wanita, bekamer  alias tukang bekam…salut deh aku punya partner yang pejuang ma’isyah seperti ini….semoga sukses selalu...see you on the Top ustadz….

Ustadzah Halimah dan Ulfa yang selalu asyik dengan laptopnya….boleh liat dooonggg apa isinya…..ngintip yaaa…Ustadzah Ayu dan Ari yang senior, cuma beda setahun doang, tapi pengalaman udah seabrek ya…jangan segan pesen tempat pensil lagi ya ustadzah Ayu…yang banyaaakkk….mumpung masih murah dan belum dipublish besar-besaran..mentaljualan.com…he..he.

Ustadz Didi yang agak kurusan karena sering jadi guru olah raga….ketimbang ngajar agama Islam…nyiapin badan proporsional menjelang walimah…hi..hi…Ustadz Soleh yang ramah tapi tetap jaga ghadhulbasharnya  ya ustad, kasian sama yang di rumah…pembelakaumistri.com…he..he

Ustadz Hasan…wakil kepala sekolah yang selalu menyapa…ustadzahh Inne…sehat?? Semoga selalu panjang uummmurrr….eeitts..jangan panjang-panjang umurnya ustad, ntar repot ngurusinnya…kalo panjang rezeki..ngga apa ustadz…he..he. Ngga rame kalo ngga ada beliau. Ustadz Asep, kepala sekolah, guru paling enak ngajarnya kata Hasna, iyalah..headmaster gituloh…punya istri yang luarbiasa sabarnya juga dengan dua jagoan yang aktif. Ustadz Ilmi, direktur, pejuang pendidikan, banyak nasehat beliau yang saya dapati, punya istri sholihat…semoga segera dikaruniai anak yang banyak, amiin.

Ustad Syarifuddin yang pendiam dan sering menyendiri baca Al Quran, kata Hasna….titip Hasna ya ustad…my soulmate…ke mana saya ada Hasna, ke mana Hasna ada saya…Allah suka saya berdekatan dg Hasna sehingga saya diberi kesempatan ngajar di sekolah Hasna…Subhanallah…kadang mau tidur saling menunggu..benar-benar simbiosismutualisme….ngga kebayang 41 hari tanpa Hasna…hiks…hiks…sedihbener…kata abinya kan kita mau jadi tamu Allah….. Kemarin sehabis sholat Isya, saya tanya Hasna sudah baca doa belum? Minta sama Allah apa yang Hasna mau, Allah suka kalo Hasna banyak minta….ngga kayak umi kalo Hasna banyak minta selalu jurus innal mubazirina kanu ikhwana syayathin...jadi andalan…trus saya liat Hasna berdoa, sambil menutup mukanya, trus saya tanya apa doanya dek? Emang umi ngg tau? Ngga taulah kan umi ngga tau isi hati adek…..Allah Maha Mendengar jadi tau apa isi hati adek…doanya apa dek…tanya saya penasaran….Aku minta sama Allah supaya umi dan abi sehat selama naik haji, trus pulangnya sehat juga…sehat terus…Subhanallah…ngga nyangka anak sekecil itu punya fikiran seperti itu…empatinya luar biasa…mungkin juga ngga terfikir sama abang dan mbaknya..trus penasaran saya tanya lagi…doa untuk Hasna sendiri apa sayangku….aku ingin pintar…amiin profesor dan bidadari kecilku….. Bagaimana saya ngga selaluuu rinduuu sama anak sholihat seperti Hasna? Rabbana…izinkan saya bisa menemani anak-anak kami hingga dewasa…bimbinglah kami dalam mendidik anak anak kami, serta murid-murid kami….karena seburuk buruknya didikan adalah dari saya mahluk pas pasan ini, sedang sebaik-baik didikan adalah pasti dariMu ya Allah, ya Dzat Yang Maha Agung.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s