Inne's Blog

MEREBUT KEMBALI KEJAYAAN ISLAM

Untukmu, Wahai Pemikul Amanah.. Februari 18, 2011

Filed under: tazkiyatun nafs — adeinne @ 1:16 am
Tags: ,
E-mail
Written by Administrator
Wednesday, 16 February 2011 23:35   |   Dibaca: 4 kali.
amanah_small.jpgCatatan ini saya tulis ketika saya merasakan betapa beratnya menjadi seorang Roisah Ta`lim-Ta`mir di sebuah pondok Tahfidzul Quran tahun lalu. Kebetulan bagian Ta`lim-Ta`mir di Pondok Tahfidz tersebut mengurusi sebagian besar jadwal keseharian mahasantrinya. Dari masalah masjid, jam kuliah, muhadloroh, dan masalah yang paling berat, yakni sholat. 

Hari-hari yang sangat melelahkan. Naik dan turun, lurus kemudian beloknya sebuah jalan kehidupan mengajarkan kepada kita arti sebuah kesabaran. Meski terkadang air mata tak mampu tertahan lagi, tapi yakinlah, kekuatan akan selalu ada setelahnya. Belajar untuk lebih dan lebih kuat lagi. Selangkah demi selangkah pasti akan terlalui, baik dengan merangkak ataupun dengan berdiri tegar.

Seandainya perjuangan ini tak terbalaskan syurga dengan keridloanNya, tentu langkah tak akan sepanjang hari ini. Karena seorang mujahid telah persembahkan darah untuk perjuangannya, sedang kita terkadang masih ramai oleh keluh, sedang darah kita tak setetes pun mencuat dari urat-urat tubuh ini! Lalu kenapa harus mengeluh??

Kau tahu, Mush`ab Azzarqowi, mujahid tangguh yang syahid pada 15 umurnya? InsyaAllah, kini dia sedang berada bersama 72 bidadari persembahan Rabbnya. Atau mungkin Akhi Fulan, pejuang negeri ini yang telah lama jauh dari tanah kelahirannya. Tak lagi ia dapat menatap mata redup sang ummi, atau tangan abi yang mulai mengeras, serta adik tercinta yang selalu bertanya, “Dimana abang? Kenapa abang? Kapan abang pulang?”

Lantas..sudah berbuat apa kita saat ini, wahai jiwa-jiwa pengeluh??

Tegarlah, saat teman-temanmu memicingkan matanya pertanda tak suka!
Tersenyumlah, saat orang-orang disekitarmu enggan untuk menyapa!
Berfikir positiflah, jauhi dendam apalagi saling menjatuhkan!

Dan tidakkah kamu ingat filosofi ikan? Seorang ustadz waktu itu pernah bercerita, “Sungguh ikan akan menyadari bahwasanya warna laut biru, ketika ia sudah berada ditepian pantai..” Tentu bukan membanggakan diri, tapi mencoba optimis untuk hamasah perjuangan ini! Maksudnya yaitu, anggaplah dirimu itu adalah birunya laut, sedang mereka adalah ikan-ikan di lautan birumu. Maka mereka akan mengakui birumu setelah mereka mencuat dari permukaan, setelah mereka berpisah denganmu. Merekapun akan melihat betapa indahnya biru lautmu itu. Dan kini mereka hanya bisa melihatnya dari tepian pantai yang mulai memanas. Hanya kebaikanmu lah yang menjadi ingatannya.

Nabi kita pun telah memberi tahu, ”Bahwasanya sebaik-baik orang adalah orang yang paling bermanfaat untuk orang lain.” Mau? Hm.. Tidak mudah untuk menjadi seperti birunya laut. Tapi bukan berarti tidak bisa. Bisa, tapi mungkin tidak mudah, atau mungkin butuh sedikit peluh. Siap?? Syurga janjinya…

Cobalah, dan kau akan mendapati janjiNya lebih indah dari bayangan yang ada di pelupuk matamu. Mulailah dari sekarang. Bismillah.. Mungkin nanti di pertengahan jalan sesekali keluh keluar dari kesal yang tak tertahan. Ketika itu ingatlah, untuk apa kita berbuat? Apa yang akan kita perbuat? Dan yang terpenting untuk siapa kita berbuat? Terus perbaiki niat untuk tetap lurus pada jalanNya.

Semoga tulisan ini menjadi motivasi bagi mereka yang sedang memikul amanat kepengurusan. Ingatlah kawan.. Kau akan belajar banyak hal darinya!
Oleh : Zein El Muntazheer

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s