Inne's Blog

MEREBUT KEMBALI KEJAYAAN ISLAM

Sekolah di pesantren?Siapa takut? Juli 28, 2009

Filed under: Unek-unek — adeinne @ 4:52 pm
Tags:

http://pakarfisika.files.wordpress.com/2008/04/santri_pesantren_pakarfisika.jpg

gambar dari http://id.acehinstitute.org

Itulah jawaban anak-anak kelas 6 SD, ketika saya tanya, ke mana mereka akan melanjutkan sekolah, SMP negri, swasta, atau pesantren. Sebagian besar menjawab ingin di pesantren, kenapa? ngga takut dibilang teroris? Ngga lah, jawab mereka, mantabb. Saya kagum dengan jawaban mereka, dan ternyata isu (lebih tepatnya fitnah besar) alumnus pesantren jadi teroris ngga menyurutkan niat untuk masuk pesantren.

Seolah udah terbiasa dengan stigma negatif para perusak Islam, pasca bom JW Marriot pekan lalu, semangat untuk masuk pesantren tetap tinggi. Karena seperti diakui oleh beberapa kerabat, dengan memasukkan anak ke sekolah bermuatan agama, minimal ngga susah nyuruh sholat, dan bisa baca Al Qur’an, dibanding anak yang di sekolah biasa.

Sebagai seorang muslim, saya marah besar, bila ada kerusuhan atau bom selalu  dengan ciri-ciri keislaman,seperti nama tersangka yang berbau Islam, penampilan yg berjenggot, liat saja bila terdakwa beragama Islam selalu diberi baju koko dan berpeci/bersorban, bukan berbaju terdakwa, seolah-olah orang Islam disimbolkan buruk sekali; penjagal yang juga homo (kasus Ryan), bahkan dikaitkan dengan pesantren, seolah-olah alumnus pesantren itu teroris. Itu disiarkan secara terus menerus oleh semua stasiun TV, tidak ada berita yang berimbang (cover both side) kalau lulusan pesantren banyak yang berjasa pada negara, saya tantang, ngga bakalan ada yang berani menyiarkan keberhasilan pesantren dalam mencetak generasi yang tangguh dan berprestasi.

Saya juga heran dengan capres dan cawapres, yang sebelum pemilu lalu sibuk berkunjung ke pesantren-pesantren minta dukungan, giliran pesantren kena fitnah tidak ada satupun yang membela, bullshit semua, udah lupa kali yaa, kalo yang dulu janji mau memajukan pesantrennya kalah, yah udah kalah, ngapain belain, kalo yang janji sudah menang, ntar dululah, saya kan pemenangnya, jadi ngga perlu lagi, Allah SWT mengabadikan tipe ini dalam surat ke 63.

Para orangtua atau anak-anak yang masih polos itu iklash menjadikan pesantren sebagai pilihan pendidikan, karena semangat ingin menjadi pribadi yang TAFAKUH FIDIIN (faham agamanya). Jadi kalo ada yang nanya tentang Isra Miraj, misalnya, bisa langsung menjelaskan, ngga memble. Coba liat tayangan Aa Jimmi pagi hari, yang selalu berkaitan dengan pemahaman keislaman seseorang, ada yang ditanya doa tidur aja ngga ngerti, yang parah lagi ditanya apa itu isra mi’raj, banyak yang bingung jawabnya. Sedih saya melihatnya, itulah gambaran keislaman masyarakat Indonesia, jauh dari faham agama. Giliran ada yang ingin mencetak kader dakwah (institusi pesantren) untuk menuntun masyarakat agar faham agamanya, dicurigai.Bayangkan, para santri itu seharian disibukkan dengan hafalan Al Qur’an, hadist, tafsir, bhs Arab dll , mana sempat untuk mikir yang merusak negara. Paling banter belajar beladiri, taekwondo, silat, wushu, atau apalah, itu juga udah dicurigai. Ada sekolah boarding di daerah Jawa yang mengajarkan memanah sebagai ekskulnya, tapi lantas mandek karena mahalnya busur dan panahnya, boro-boro latihan menembak atau meramu bom misalnya, memanah saja alatnya tidak terbeli. Coba dengan anak-anak Yahudi, yang dari kecil udah dilatih berlaku sadis, tidak ada tuduhan kesana, bahkan difahami sebagai bela diri menghadapi musuh, seperti latihan menembak, untuk kecerdasan dan agar fokus, sehingga melahirkan generasi pembunuh (born to kill).

Saya maklum bila pesantren berkembang pesat, maka banyak orang sholih dan militan terhadap diin-nya, itulah yang ditakutkan oleh the real terorist, tudingan Jamaah Islamiyah bila ada kerusuhan atau bom saya artikan bahwa orang Islam tidak boleh berjamaah, bila berjamaah akan berbahaya. Tudingan pada Noordin M.Top, saya artikan noordin=cahaya agama, M=muhammad top; ujungnya adalah Rasulullah, jadi kenapa noordin m top itu sulit ditangkap, (hebat banget yahh), kalo ada bom lagi tinggal jadi kambing hitam aja.

Seharusnya bila mau jujur, do’a-do’a para santri, hafalan Al Qur’annya, sholat Lailnya, puasa sunnahnya dll itulah yang menyebabkan Allah SWT menahan azabnya, karena begitu banyak maksiat dan kezaliman yang terjadi secara sistematis. Seharusnya berterima kasihlah para ISLAMOPHOBIA  pada para santri, ustadz, dan orang-orangsholih yang secara iklash mendoakan negeri ini, sehingga anda -anda semua dapat hidup nyaman di negri ini. Bukankah indikasi azab Allah akan datang dengan sangat cepat dan tak terduga bila sudah tidak ada lagi yang berlaku sholih?Lihat kisah kota pompeii

Semoga Allah SWT selalu melindungi orang-orang sholih yang menegakkan kebenaran di dunia ini, amin.

Wallahu’alam.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s